Kesehatan

SehatQ: 3 Cara Menghitung HPL Online yang Akurat

Hari perkiraan lahir atau HPL menjadi hal yang penting untuk ibu hamil. Maka tak heran jika banyak wanita hamil yang menghitung HPL. Sejauh ini banyak orang yang memahami bahwa usia kehamilan dengan hitungan bulan, misalnya hamil 2 bulan, 4 bulan, hingga 9 bulan. Namun ternyata pemahaman tersebut keliru, sebab usia kehamilan ternyata dihitung dengan satuan minggu dan hari. Sebab hal tersebut berkaitan dengan hari pertama haid terakhir (HPHT).

Usia kehamilan umumnya 38 – 40 minggu atau 280 hari. Pada rentang waktu tersebut termasuk dua minggu masa pembuahan setelah haid terakhir walaupun belum dinyatakan positif. Anda juga bisa menggunakan kalkulator kehamilan serta kalkulator BMI untuk menghitung berat badan ideal saat hamil.

Untuk menghitung HPL dengan menggunakan HPHT bisa dilakukan dengan menggunakan rumus ”Tanggal HPTH + 1 tahun + 7 tahun – 3 bulan”. Sebagai contoh, ada seorang perempuan memiliki HPHT di tanggal 8 November 2021, maka perhitungan usia kandungannya sebagai berikut.

  • 8 November 2021 + 1 tahun = 8 November 2022
  • 8 November 2022 + 7 hari = 15 November 2022
  • 15 November 2022 – 3 bulan = 15 Agustus 2022

Jadi HPL dari perempuan tersebut yaitu 15 Agustus 2022.

Cara Menghitung HPL

Cara menghitung HPL dengan menggunakan HPHT memang mudah, namun bagi perempuan yang memiliki siklus haid tida teratur, cara tersebut justru menjadi kurang akurat. Sebagai solusi, maka perlu bantuan dokter kandungan untuk mengetahui usai kehamilan dan menghitung HPL. Mengutip dari situs kesehatan, berikut ini beberapa cara untuk menghitung HPL di dokter.

Menggunakan USG

USG merupakan sebuah pemerikasaan yang digunakan oleh dokter untuk mengetahui kondisi organ dalam tubuh. Bagi dokter kandungan, pemeriksaan dengan bantuan gelombang suara berfrekuensi tinggi ini biasanya digunakan untuk mengecek kondisi bayi dalam kandungan dan kesehatan organ reproduksi bagian dalam.

Bagi ibu hamil, pasti sudah akrab dengan alat ini. Selain bisa digunakan untuk memantau kondisi bayi, USG juga biasanya digunakan untuk menentukan usia kehamiilan dan HPL. Cara ini dipercaya bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan rumus HPHT. Meski demikian, perhitungan HPL dengan USG biasanya hanya digunakan untuk perempuan yang memiliki siklus haid tidak lancar.

Hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan saat menggunakan USG untuk menghitung HPL yaitu harus digunakan saat kehamilan masih di trimester awal. Sebab ketika usia kandungan sudah tua, biasanya akan sulit dideteksi.

Tak hanya itu, bagi ibu hamil yang suia di atas 35 tahun, cara ini juga kurang dianjurkan. Cara ini juga kurang dianjurkan untuk ibu hamil yang memiliki riwayat keguguran maupun komplikasi kehamilan di pemeriksaan fisik sebelumnya yang dinyatakan dapat mempengaruhi HPL.

Menghitung HPL dari detak jantung janin

Cara kedua yang bisa dilakukan untuk menghitung HPL yaitu melalui detak jantung janin. Suara jantung janin biasanya terdengar di minggu ke 9 atau 10 dan ketika ibu hamil merasakan gerakan janin. Gerakan tersebut biasanya diketahui saat kehamilan memasuki usia 18 – 22 minggu. Namun tidak semua ibu hamil bisa merasakan gerakan janin direntang minggu tersebut, bisa saja ibu hamil merasakan lebih cepat atau lebih lambat dari waktu tersebut. Meskipun demikian, detak jantung janin tetap bisa menjadi acuan bagi dokter untuk menentukan HPL.

Ketinggian fundus uteri

Cara lain untuk menghitung HPL yaitu dengan melihat ketinggian dari fundus uteri. Bagian ini terletak di tulang panggul sampai ke atas rahim. Jika pemeriksaan kehamilan dilakukan secara rutin, maka dokter bisa menentukan HPL dari ketinggian fundus uteri.

Selain menggunakan ketiga cara diatas, anda juga bisa menghitung HPL secara online di situs kesehatan yang sudah banyak tersebar saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *